Selasa, 07 Desember 2010

Penantian Cinta

Penantian Cinta

usai sudah putih abu kini berlalu, kenangan terindah pun akan aku simpan dalam hatiku, setelah 3 tahun berkutik dengan buku, teman, guru kini usai sudah.
sekarang aku tinggal menyongsong hidup ku ini dengan waktunya harus mandiri.
sana sini aku cari perusahaan aku masukin lamaran, ternyata nyari pekerjaan itu tidak semudah apa yang selama ini aku bayangkan, dengan menunggu selama 1 bulan akhirnya aku mendapatkan panggilan dari salah satu perusahaan dan pada saat itu pula aku resmi jadi karyawan di salah satu perusahaan di kota Bandung.
ternyata bekerja itu tidak terlalu menyenangkan dibandingkan dengan sekolah yang hanya berangkat pagi, ketemu teman2 di sekolah bisa ketawa bareng becanda, dengerin guru ceramah.

dalam selama ini ada yang membenak dihatiku selama 3 tahun aku sekolah SMA aku selalu ketemu bahkan berangkat bareng sama lelaki yang tidak aku ketahui siapa namanya, dimana rumahnya hanya yang aku tau dia sekolah dekat dengan sekoalah aku.
aku selalu memikirkan makin hari semakin terlihat wajahnya, lelaki mistrius kini tinggal wajahnya saja yang menjadi kenangan asmaraku semasa SMA, karena sosoknyalah yang bikin aku jadi teringat terus sama dia, karena tiap hari ketemu, dari jauh suka memperhatikan, menunggu ketika aku belum datang, tapi dia tidak berani untuk bicara pada ku, jangankan bicara, untuk say hello juga dia tidak pernah.

kini aku tak tau harus mencari kemana, aku tak tau identitas dia, detik berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti taun dan begitulah seterusnya..
kini umurku menginjak 23 tahun mungkin pada umur ku segini aku sudah mengenal seseorang untuk mendapingi hidup saya kelak, tapi apa daya mungkin aku belum terbiasa dengan apa yang namanya pacaran, semenjak aku sekolah aku tidak tau yang namanya cinta.
tidak hal seperti teman saya, baik itu teman waktu sekolah, maupun teman saya kerja sekarang mereka begitu mudahnya mendapatkan seorang pasangan
kedua orang tua ku sering menanyakan "kenapa kamu belum2 juga membawa cowo kerumah kan kami pengen tau sosok pacar kamu gimana"
itulah yang sring di ucapkan ibu ku pada ku, sejujurnya aku tak tahan dengan semua ini, melihat teman seumuran ku hampir semuanya sudah punya pasangan bahkan sudah ada yang menikah.

malam hari aku terbangun dari tempat tidurku karena pada malam itu aku tak bisa tidur memikirkan apa yang selalu ibu katakan padaku "kapan kamu bawa cowo kamu kerumah" hati ku sangat terpukul atas keadaan yang menimpaku selama ini !
"ya.....tuhan kalau memang jodohku dekat, dekatkanlah, kalau memang jodohku jauh tolong dekatkanlah aku tak mau sendirian di bumi ini aku ingin ada yang mendampingiku, selama ini aku malu pada kelurga dan juga teman sebayaku.

aku anak ke satu dari tiga bersaudara aku mempunyai satu adik cewe yang sekarang tinggal di bangku SMA dan satunya lagi cowok yang baru saja duduk di bangku SD.
terkadang aku suka merasa iri pada adik ku, dia sekolah selalu diantar jemput sama cowoknya, bahkan udah berani untuk datang kerumah meminta izin pada orang tua ku untuk mengajak adiku bermain.
dan ditambah lagi ibu ku yang cerewet selalu membanding2kan aku dengan adik ku, aku sangat terpukul dengan keadaan ini.

mengapa tidak ada satu laki2 pun yang berani untuk kerumah saya dengan tujuan ingin bertemu dengan saya. didepan cerimin aku menatap wajahku, deangan amat seksama aku memperhatikan wajahku sendiri, aku tidak jelek2 amat, aku masih diberikan wajah dan tubuh yang sempurna, tapi mengapa orang2 terutama kaum pria tidak ada yang suka sama saya, apa aku kurang cantik? malam itu aku menangis meratapi sambil bercermin.

pada saat itu aku pasrah dengan keadaan ku, aku tidak memperdulikan apa yang dikatakan ibuku, dan akupun mulai menyibukan diri dengan pekerjaan.
pada malam hari aku pulang kerja terlihat didepan rumah begitu ramai kayak yang sedang banyak tamu di rumahku, langkah demi langkah aku hampiri rumah ku.
sesampai dirumah di depan pintu aku ucapkan salam pada semuanya, dan ibu sama ayahku memanggilku untuk ikut berkumpul diruang tamu, dan akupun menghampiri mereka.

terlihat diruang tamu ada orangtua dan satu anak laki2 yang tidak dikenal akrab berbincang sama keluarga saya. aku yang sedang duduk di dekat ibu, tiba2 ibu memperkenalkan aku sama mereka. Dalam benak hati saya "ada acara apa ini tiba2 aku dipanggil diperkenalkan sama mereka!".
Tak terasa larut malam mereka pun pulang dan mengucapkan terimakasih pada ayah dan ibuku terutama pada saya atas undangan makan malamnya. Usai mereka pulang akupun langsung menanykan ada apa sebenarnya?

kulihat ayah dan ibu saling menatap aku merasakan ada sesuatu yang dirahasiakan oleh mereka,
dan akhirnya ibupun langsung angkat bicara bahwa aku akan dijodohkan dengan laki2 tadi yang datang kerumah ku bersama keluarganya.

waktu itu hatiku kaget badanku lemas bibirku gemetar pikiranku nggak karuan mendengar apa yang telah diucapkan oleh ibuku, nggak banyak bicara aku langsung pergi kekamar sambil meneteskan air mataku.

malam hari dikamarku aku menagis tiada henti serasa aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, apakah sejelek inikah parasku sehinggak tidak ada satu orangpun yang berani untukmempersunting saya sehingga kedua orang tuaku yang harus ikut terlibat dalam hal ini?
ya.....Tuhan aku tidak sanggup lagi sedangkan apa yang dipilih orang tuaku itu belum tentu juga cocok dengan hati saya!

pagi hari dimejamakan kamipun sarapan pagi bersama meskipun aku sedang tidak nafsu makan
pada pagi itu, akupun tak berbicara sedikitpun yang biasanya aku paling cerwet, suasana sarapan pagi begitu sunyi, waktu itu ibupun memulai pembicaraan
dia langsung bertanya padaku, bagaimana dengan pilihan ibu?
dan akupun tidak menjawab sedikitpun, kebetulan pada pagi itu aku hampir telat jadi aku langsung aja pergi kerja tanpa menjawab pertanyaan dari ibu.
dalam perjalanan tak hentinya aku meneteskan air mata teringat dengan keputusan orang tuaku. disaat itu aku nggak pergi kerja aku memutuskan untuk pergi ke rumah teman ku, dalam perjalanan kerumah temanku dengan tidak sengaja aku menabrak seorang cowok, untungnya saja cowok itu tidak marah, dan akupun segera meminta maaf padanya, tiba2 dia menatapku sambil berkata "kita pernah ketemu tapi dimana....ya? trs sayapun melihat dia lalu berpikir sama kayak yang pernah melihat dia diamana....tus dia pun langsung pamitan pada ku karena dia terburu2 pergi berangkat kerja.

dalam perjalanan aku terus berpikir kayak yang pernah ketemu, dan kayak yang sudah kenal lama, tapi dimana..pikirku sambil berjalan.
sesampai dirumah teman, untungnya teman saya kerjanya sedang libur, akupun cerita semuanya dengan apa yang menimpa selama ini pada saya..
larut malam akupun belum juga pulang, tadinya aku mau nginep dirumah teman saya, tapi aku pikir2 lagi nggak baik takut mengkhawatirkan orang tua saya, bagaimanapun juga sebesar apapun juga masalah tetap harus aku hadapi...Dan malam itu juga aku pulang ke rumah.

di ruang tengah ibu dan ayahpun belum juga tidur mereka sedang duduk dikursi sambil menonton acata TV, akupun menghampiri mereka dan mengucapkan salam pada mereka, ayah dan ibupun langsung menayakan padaku mengapa pulangnya begitu malam, dan jawabku sedang banyak pekerjaan dan nggak bisa ditunda, akupun langsung pergi kekamar karena pada saat itu aku males untuk bicara sama orang tua saya.
hari esoknya seperti biasa pagi hari aku berangkat kerja dan naik angkot dengan tiba2 ada seseorang yang menyapa ku, dan akupun langsung menoleh kearahnya ternyata dia itu orang yang aku tabrak waktu aku mau pergi kerumah teman aku, lumayan tempat kerjaku masih agak jauh dan akupun sempat ngobrol2 sama dia dan sempat berkenalan denganya katanya dia melihatku seakan mengingatkannya pada seseorang sewaktu SMA yang hanya ketemu diangkot dan nggak tau siapa nama dan alamatnya diamana cuman tau dimana dia sekolah, dalam benak hatiku pas dia bicara kok..seperti ada kesamaan apa yang dia rasakan mengingatkan seseorang padanya, sama halnya seperti aku sosok dia yang mengingatkanku pada seorang cowo yang selalu berangkat bareng ketemu diangkot dan nggak tau siapa nama dan dimana dia tinggal, aku nggak berani mengungkapin kesamaan apa yang dia ingat.
sampai sudah aku ditempat kerjaku, akupun berpamitan pada dia, sesampai ditempat kerjaan aku terus memikirkan apa yang tadi laki2 itu bicarakan, dan sosoknya yang mengingatkanku pada cowo misterius semasa SMA dulu.

nggak kerasa jam menunjukan pukul delapan malam akupun pulang dari tempat kerjaku, sesampai dirumah aku langsung pergi kekamar langsung ganti baju, tak lama kemudian ibuku memnggilku untuk menemuinya, akupun langsung menghampirinya.
lalu ibu pun memulai pembicaraan sehubungan dengan aku anak sulung dari 3 bersaudara dan umurku sudah cukup, jadi ibu pengen aku segera menikah begitulah ucapan ibu pada ku.

Akupun diam tanpa berkata apapun, lalu ayah menegaskan padaku bagaimana dengan apa yang ibu bilang tadi, akupun menjawab beri aku waktu untuk berpikir karena menikah itu tidak sementara melainkan seumur hidup, begitulah jawabanku pada ayah dan ibuku. Dan ibupun memberikan aku waktu satu minggu untuk berpikir apabila aku belum juga mendapat pasangan dalam satu minggu aku harus menerima calon pendamping hidupku dengan pilihan orang tuaku.
Dan akupun siap menerima persyaratan dari ibu.

seperti biasa dipagi hari aku berangkat kerja, dengan tiba2 di jalan aku ketemu dengan cowo itu dengan menyapaku penuh perhatian. Disana aku berangkat kerja bareng disitu aku mulai akrab dan kitapun bercerita tentang masa2 SMA dulu, dan yang paling aku tidak sangka dia selama ini yang baru aku kenal ternyata laki2 yang waktu SMA dulu yang selalu seangkot, yang selalu berangkat sekolah bareng, dan tidak tau nama dan alamat yang hanya tau dia sekolah dekat dengaan sekolahanku.

Disana perasaan ku campur aduk bahagianya ada sedihnya ada, saking bahagianya aku meneteskan air mata ternyata laki2 yang selama ini dicari, ternyata datang dengan tidak disangka2. Hari demi hari akupun semakin dekat dengannya diapun selalu menyempatkan diri untuk berkunjung menemui orang tua saya.
dan pada akhirnya akupun dilamar sama dia karena menanggapi usia kami yang sudah cukup mapan, akhirnya kami melangsungkan pernikahan.
Dan yang selama ini ayah dan ibu tunggu2 akhirnya tercapai juga, resepsi pernikahan sayapun cukup mewah.

Disitu saya berpikir inilah cinta pertama dan terakhirku yang hanya ketemu diangkot, berpisah diangkot, dan berjumpa kembali di angkot.



The End
******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar