ku termenung di kegelapan malam ku teringat tiga tahun yang lalu mungkin kisah asmara masa kecil yang sering orang bilang Cinta Monyet itu. Selama ini aku tak pernah luput membayangkan dia yang hilang bagaikan ditelan bumi, pada saat mau masuk SMA dia memutuskan untuk pergi keluar kota, 'ntah berada dimana sekarang sampai saat ini ku 'tak tahu dia berada dimana dan kabarpun tak kunjung datang.
kini aku hampa berada jauh darinya meski aku berusaha untuk tetap melupakannya tapi bayangannya yang selalu datang dalam fikiranku entah kenapa juga ku selalu setia menantinya sampai saat ini, padahal dia belum tentu untuk kembali lagi. hari demi hari ku lewati hari2ku dengan kesendirian tanpa ditemani seorang kekasih, mungkin pada saat itu aku tidak peduli dengan keadaan ku yang udah lama menjomblo, masa SMA ku kini hampa tak adanya kisah kasih di sekolah.
Kini aku telah mengakhiri masa SMA ku sampai saat ini aku masih belum memiliki seorang kekasih, rasanya sangat hampa hidupku ini, kini teringat kembali wajah cinta monyet ku
"kemana kau selama ini mengapa kau belum juga kembali, ku slalu merindukanmu disini, apakah kau juga slalu merindukanku disana?" pikirku dalam hati sambil menatap indahnya langit dimalam hari.
ayam berkokok ku terbangun dari tempat tidurku ku lihat di jendela pagi hari ini terlihat sangat cerah sekali hari ini hari dimana aku pertama masuk kuliah, aku segera beres2 kamar dan menuju kamar mandi. setelah itu sebelum berangkat aku menatap cermin dengan penuh tanya "ya Tuhan......ku slalu memikirkan dia, dimanakah dia ya Tuhan.....3 tahun lamanya kini aku tidak menemukannya" tidak beberapa lama kemudian ibupun memanggil ku untuk sarapan pagi " bella......ayo cepet sarapan dulu, 'ntr ke kampusnya kesiangan !" akupun segera mengahampiri ibu di mejamakan, lalu sarapan pagi. Setelah itu akupun berangkat kekampus "Bu bella berangkat kuliah dulu" ucapku pada ibu sambil mencium tangan ibu "ya hati2 nak...!" jawab ibu.
sesampai di kampus akupun melihat2 mading yang terpanpang didekat ruangan ku, saking keenakan melihat infomasi yang ada mading akupun menabrak seorang laki2.
Akupun langsung meminta maaf padanya, pada saat itu akupun sempat berbincang2 dengannya
"Hi.....kenalkan nama saya bella, oh.....sorry ya tadi aku nggak sengaja nyenggol kamu!" ucapku pada laki2 itu
"Hi..juga saya Rio, It's ok no Problem...oh ya kamu jurusan apa?"
"aku jurusan ekonomi, kamu sendiri?"
"sama aku juga jurusan ekonomi !"
"wah.....kalau begitu bagus dong.....!" ucapku sambil perasaan senang
"maksudnya?" tanya rio sambil mengerut kan kepala
"ya....bagiku bagus aja hari pertama kuliahku sudah mendapatkan teman, sejurusan lagi, jadi kalau ada apa2 bisa saling tukar pendapat!"
"ok......oh ya saya duluan ya mau jam masuk ni..gk pa2kan aku duluan?"
"oh....nggak pa2, sampai ketemu lagi ya...!" ucapku sambil melambaikan tangan pada rio.
Dihari pertama kuliah ku aku merasa senang sekali karena bisa langsung mendapatkan teman
pada saat itu akupun langsung masuk ruanganku.
Hmm.....gk terasa lagi aku sudah menginjak bangku kuliah, jadi teringat waktu SMA ku, biasanya dipagi hari pas pertama aku datang aku langsung duduk dibangkuku lalu teman2 pada kumpul menunggu jam masuk, kulihat di bangku disebelah kiriku sani dan sebelah kanan rani, tapi sekarang semuanya serba baru teman baru, bangku baru, sekolah baru.
Kini aku harus nikmatin apa yang ada, aku harus menatap kedepan pokoknya aku harus semangat demi membahagiakan orang tua dan adik2 ku, yang lalu biarlah berlalu kini aku harus songsong masa depan ku dengan penuh semngat.
Senin, 27 Desember 2010
Minggu, 19 Desember 2010
Ibuku jangan kau menangis lagi....
Ibuku jangan kau menangis lagi....
treng.........terdengar suara pecahan piring dari dalam rumah langkah demi langkah aku hampiri rumah, ku bukakan pintu kulihat didalam rumah terlihat ayah sedang memarahi ibu sambil membentak-bentak ibu, aku tidak sanggup untuk masuk kedalam rumah kuputuskan pada saat itu untuk pergi yang baru saja pulang dari sekolah.
kulihat sebuah gubuk kecil di dekat danau akupun menghampiri gubuk kecil itu, aku menenangkan diri disana sambil melihat air danau yang begitu tenangnya.
Andaikan suasana dirumahku setenang air danau ini aku akan selalu betah berada disana! tapi dalam kenyataannya kulihat rumahku seperti didalam neraka yang setiap harinya selalu ada keributan, yang setiap harinya dipenuhi dengan air mata ibuku.
aku anak pertama dari 2 bersaudara sekarang aku duduk di bangku SMA dan adiku masih duduk di bangku SD. Aku sebagai anak pertama harus menjadi seorang pemimpin aku harus membuat suasana keluargaku damai dan sejahtera .
hari semakin sore akupun belum pulang kerumah, pada saat itu aku tidak sanggup lagi melihat ibuku selalu menangis.
pada sore itu aku putuskan untuk pulang ke rumah, di depan rumah aku manatap rumahku dengan hati penuh dengan kegelisahan, ku bukakan pintu rumahku, ku hampiri kedalam rumah dikursi terlihat ibu sedang menangis di temani dengan adi saya.
"kamu darimanaja ko baru pulang?" tanya ibuku pada ku
aku tak menjawab karena aku tak kuasa melihat ibu menangis, akupun langsung pergi kekamarku tanpa menjawab pertanyaan dari ibuku. malam hari ku bukakan pintu kamar ibuku kulihat ibu masih belum tidur lalu aku menghampirinya, kutanya pada ibu ku mengapa ayah memarahi ibu lagi? dengan tanpa banyak bicara ibupun menjawab bahwa semua itu hanyalah kesalah pahaman antara ibu dengan nenek dan ayah memihak pada nenek.
pada saat itu akupun sangat kesal pada nenek kobisa2nya mengadudombakan antara ayah sama ibuku, apa salah ibuku didepan ayah kelihatan baik, dibalik itu semua hanyalah omong kosong belaka.
aku mengatakan pada ibuku jangan selalu mengalah kalau kita benar2 nggak salah ibu bilang aja sama ayah yang sebenarnya tentang nenek itu gimana. Dan ibu pun menyanggah omonganku bahwa kita tidak boleh berprilaku seperti itu kepada nenek, itu semua bukan solusi yang baik, biarmanapun juga itu tetap nenek kamu, itulah yang diucapkan ibu padaku.
Betapa sabarnya ibu menghadapi ini semua, akupun nggak tahan atas perlakuan nenek terhadap ibuku. Akupun berusaha untuk menjelaskan kepada ayahku atas kesalahpahaman itu, semua cara yang aku lakukan untuk meyakinkan bahwa itu hanyalah kesalahpahaman tetapi ayah tetap saja tidak percaya dan memihak pada nenek.
Aku sangat sedih melihat ayah dan ibuku yang selalu berseteru.
pada hari minggu saat sekolah libur yang biasanya orang habiskan untuk bermain, belanja dan yang lainnya, tapi aku habiskan untuk menemani ibuku.
Pada hari itu aku habiskan waktu untuk bercerita sama ibu, kenapa ibu sampai di benci oleh nenek? begitu tanyaku pada ibu, waktu dulu nenek tidak setuju dengan hubungan ibu sama ayahku, karena pada waktu dulu nenek ku sudah menjodohkan ayahku dengan seorang wanita yang lebih cantik dan kaya darinya, tapi ayahku begitu mencintai pada ibu hingga menikah dengan ibu, dan sampai saat ini ibu sudah punya dua orang anak dia masih tetap tidak setuju.
Pada waktu aku masih kecil bahkan ibu sama ayah sudah dilanda dengan yang namanya perceraian, tapi ibu tidak mau bercerai karena demi anak, lebih baik menderita ibu sendiri daripada anak yang nantinya menjadi korban. itulah ucapan ibuku.
Pada saat itu akupun langsung memeluk ibuku sambil meneteskan airmata.
"Aku bangga punya ibu seperti ibu, ibu rela menderita demi anakmu maafkan aku ibu yang selalu membuat ibu jengkel, marah bahkan kesal, sekali lagi maafkan anakmu, aku sayang banget sama ibu"! ucapku sambil menagis dipelukan ibu.
ibupun membelai aku dengan penuh kasih sayang sambil menasihatiku akan masa depan ku bahwa aku harus mendapatkan pasangan hidupku jangan hanya suami kita yang mencintai kita tapi buatlah orang tuanya dan keluarganyapun menyayangi kita agar tidak menderita seperti ibu. begitulah nasihat ibuku.
"trus apa yang akan ibu lakukan kedepannya, apakah ibu akan kuat menghadapinya semua ini?" tanyaku pada ibuku
"hanya dengan berdoa dan berpasrah diri kepada sang maha kuasa supaya kita diberi kesabaran, dan satu lagi jangan mengingatkan kejelekan mereka tapi kita selalu ingat akan kebaikannya maka dengan itu insya allah kita tidak akan dendam pada orang yang telah menyakiti kita!" ucap ibu.
Pada suatu ketika nenek ku jatuh sakit parah sampai mutah dan buang air kecilpun dikamarnya karena tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, dan tidak ada yang mengurusinya bahkan anak perempuannyapun tidak bisa mengurusi neneku yang jatuh sakit.
pada saat itu ibuku yang sedia mengurusi dan menemani neneku yang sedang sakit mulai dari memberi makan sampai memberinya obat itu semua ibuku yang melakukannya.
tatapan neneku melihat ibu rasanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan, tapi dengan kondsisi nenek yang tidak bisa bicara pada saat itu, hanya kulihat nenek meneteskan air mata melihat ibuku.
Hari demi hari nenek ku semakin pulih dari sakitnya, pada suatu saat nenek memanggil ibuku untuk berbicara, lalu ibupun menghampirinya selang beberapa saat lalu kulihat ibu sama nenek begitu akrak berbincang tidak seperti biasanya.
Malam hari aku mempertanyakan apa yang tadi siang dibicarakan antara ibu sama nenek, ternyata nenek meminta maaf pada ibu atas ketidak setujuannya selama ini, bukan hanya itu nenek juga berterimaksih pada ibu atas perhatiannya pada nenek sewaktu nenek sedang sakit dan nenek juga berkata bahwa dia beruntung mempunyai menantu seperti ibu, meskipun disakiti tapi tetap tidak membalasnya.
Lega sudah hati ini melihat nenek sama ibu bisa tersenyum dan tidak ada kebencian lagi diantara mereka.
kulihat rumahku semakin berseri tidak terdengar lagi suara pecahan piring, tidak ada lagi suara bentak2, tidak ku lihat lagi air mata yang menetes dari mata ibu.
yang kulihat sekarang senyuman dari ibuku, kulihat rumah seperti tenangnya air danau.
pikirku hanya dengan kesabaran dan berpasrah diri kita kepada sang maha kuasa, akhirnya bisa berakhir juga kepedihan ibuku ini, ayahpun semakin sayang kepada ibuku.
treng.........terdengar suara pecahan piring dari dalam rumah langkah demi langkah aku hampiri rumah, ku bukakan pintu kulihat didalam rumah terlihat ayah sedang memarahi ibu sambil membentak-bentak ibu, aku tidak sanggup untuk masuk kedalam rumah kuputuskan pada saat itu untuk pergi yang baru saja pulang dari sekolah.
kulihat sebuah gubuk kecil di dekat danau akupun menghampiri gubuk kecil itu, aku menenangkan diri disana sambil melihat air danau yang begitu tenangnya.
Andaikan suasana dirumahku setenang air danau ini aku akan selalu betah berada disana! tapi dalam kenyataannya kulihat rumahku seperti didalam neraka yang setiap harinya selalu ada keributan, yang setiap harinya dipenuhi dengan air mata ibuku.
aku anak pertama dari 2 bersaudara sekarang aku duduk di bangku SMA dan adiku masih duduk di bangku SD. Aku sebagai anak pertama harus menjadi seorang pemimpin aku harus membuat suasana keluargaku damai dan sejahtera .
hari semakin sore akupun belum pulang kerumah, pada saat itu aku tidak sanggup lagi melihat ibuku selalu menangis.
pada sore itu aku putuskan untuk pulang ke rumah, di depan rumah aku manatap rumahku dengan hati penuh dengan kegelisahan, ku bukakan pintu rumahku, ku hampiri kedalam rumah dikursi terlihat ibu sedang menangis di temani dengan adi saya.
"kamu darimanaja ko baru pulang?" tanya ibuku pada ku
aku tak menjawab karena aku tak kuasa melihat ibu menangis, akupun langsung pergi kekamarku tanpa menjawab pertanyaan dari ibuku. malam hari ku bukakan pintu kamar ibuku kulihat ibu masih belum tidur lalu aku menghampirinya, kutanya pada ibu ku mengapa ayah memarahi ibu lagi? dengan tanpa banyak bicara ibupun menjawab bahwa semua itu hanyalah kesalah pahaman antara ibu dengan nenek dan ayah memihak pada nenek.
pada saat itu akupun sangat kesal pada nenek kobisa2nya mengadudombakan antara ayah sama ibuku, apa salah ibuku didepan ayah kelihatan baik, dibalik itu semua hanyalah omong kosong belaka.
aku mengatakan pada ibuku jangan selalu mengalah kalau kita benar2 nggak salah ibu bilang aja sama ayah yang sebenarnya tentang nenek itu gimana. Dan ibu pun menyanggah omonganku bahwa kita tidak boleh berprilaku seperti itu kepada nenek, itu semua bukan solusi yang baik, biarmanapun juga itu tetap nenek kamu, itulah yang diucapkan ibu padaku.
Betapa sabarnya ibu menghadapi ini semua, akupun nggak tahan atas perlakuan nenek terhadap ibuku. Akupun berusaha untuk menjelaskan kepada ayahku atas kesalahpahaman itu, semua cara yang aku lakukan untuk meyakinkan bahwa itu hanyalah kesalahpahaman tetapi ayah tetap saja tidak percaya dan memihak pada nenek.
Aku sangat sedih melihat ayah dan ibuku yang selalu berseteru.
pada hari minggu saat sekolah libur yang biasanya orang habiskan untuk bermain, belanja dan yang lainnya, tapi aku habiskan untuk menemani ibuku.
Pada hari itu aku habiskan waktu untuk bercerita sama ibu, kenapa ibu sampai di benci oleh nenek? begitu tanyaku pada ibu, waktu dulu nenek tidak setuju dengan hubungan ibu sama ayahku, karena pada waktu dulu nenek ku sudah menjodohkan ayahku dengan seorang wanita yang lebih cantik dan kaya darinya, tapi ayahku begitu mencintai pada ibu hingga menikah dengan ibu, dan sampai saat ini ibu sudah punya dua orang anak dia masih tetap tidak setuju.
Pada waktu aku masih kecil bahkan ibu sama ayah sudah dilanda dengan yang namanya perceraian, tapi ibu tidak mau bercerai karena demi anak, lebih baik menderita ibu sendiri daripada anak yang nantinya menjadi korban. itulah ucapan ibuku.
Pada saat itu akupun langsung memeluk ibuku sambil meneteskan airmata.
"Aku bangga punya ibu seperti ibu, ibu rela menderita demi anakmu maafkan aku ibu yang selalu membuat ibu jengkel, marah bahkan kesal, sekali lagi maafkan anakmu, aku sayang banget sama ibu"! ucapku sambil menagis dipelukan ibu.
ibupun membelai aku dengan penuh kasih sayang sambil menasihatiku akan masa depan ku bahwa aku harus mendapatkan pasangan hidupku jangan hanya suami kita yang mencintai kita tapi buatlah orang tuanya dan keluarganyapun menyayangi kita agar tidak menderita seperti ibu. begitulah nasihat ibuku.
"trus apa yang akan ibu lakukan kedepannya, apakah ibu akan kuat menghadapinya semua ini?" tanyaku pada ibuku
"hanya dengan berdoa dan berpasrah diri kepada sang maha kuasa supaya kita diberi kesabaran, dan satu lagi jangan mengingatkan kejelekan mereka tapi kita selalu ingat akan kebaikannya maka dengan itu insya allah kita tidak akan dendam pada orang yang telah menyakiti kita!" ucap ibu.
Pada suatu ketika nenek ku jatuh sakit parah sampai mutah dan buang air kecilpun dikamarnya karena tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, dan tidak ada yang mengurusinya bahkan anak perempuannyapun tidak bisa mengurusi neneku yang jatuh sakit.
pada saat itu ibuku yang sedia mengurusi dan menemani neneku yang sedang sakit mulai dari memberi makan sampai memberinya obat itu semua ibuku yang melakukannya.
tatapan neneku melihat ibu rasanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan, tapi dengan kondsisi nenek yang tidak bisa bicara pada saat itu, hanya kulihat nenek meneteskan air mata melihat ibuku.
Hari demi hari nenek ku semakin pulih dari sakitnya, pada suatu saat nenek memanggil ibuku untuk berbicara, lalu ibupun menghampirinya selang beberapa saat lalu kulihat ibu sama nenek begitu akrak berbincang tidak seperti biasanya.
Malam hari aku mempertanyakan apa yang tadi siang dibicarakan antara ibu sama nenek, ternyata nenek meminta maaf pada ibu atas ketidak setujuannya selama ini, bukan hanya itu nenek juga berterimaksih pada ibu atas perhatiannya pada nenek sewaktu nenek sedang sakit dan nenek juga berkata bahwa dia beruntung mempunyai menantu seperti ibu, meskipun disakiti tapi tetap tidak membalasnya.
Lega sudah hati ini melihat nenek sama ibu bisa tersenyum dan tidak ada kebencian lagi diantara mereka.
kulihat rumahku semakin berseri tidak terdengar lagi suara pecahan piring, tidak ada lagi suara bentak2, tidak ku lihat lagi air mata yang menetes dari mata ibu.
yang kulihat sekarang senyuman dari ibuku, kulihat rumah seperti tenangnya air danau.
pikirku hanya dengan kesabaran dan berpasrah diri kita kepada sang maha kuasa, akhirnya bisa berakhir juga kepedihan ibuku ini, ayahpun semakin sayang kepada ibuku.
Selasa, 07 Desember 2010
Penantian Cinta
Penantian Cinta
usai sudah putih abu kini berlalu, kenangan terindah pun akan aku simpan dalam hatiku, setelah 3 tahun berkutik dengan buku, teman, guru kini usai sudah.
sekarang aku tinggal menyongsong hidup ku ini dengan waktunya harus mandiri.
sana sini aku cari perusahaan aku masukin lamaran, ternyata nyari pekerjaan itu tidak semudah apa yang selama ini aku bayangkan, dengan menunggu selama 1 bulan akhirnya aku mendapatkan panggilan dari salah satu perusahaan dan pada saat itu pula aku resmi jadi karyawan di salah satu perusahaan di kota Bandung.
ternyata bekerja itu tidak terlalu menyenangkan dibandingkan dengan sekolah yang hanya berangkat pagi, ketemu teman2 di sekolah bisa ketawa bareng becanda, dengerin guru ceramah.
dalam selama ini ada yang membenak dihatiku selama 3 tahun aku sekolah SMA aku selalu ketemu bahkan berangkat bareng sama lelaki yang tidak aku ketahui siapa namanya, dimana rumahnya hanya yang aku tau dia sekolah dekat dengan sekoalah aku.
aku selalu memikirkan makin hari semakin terlihat wajahnya, lelaki mistrius kini tinggal wajahnya saja yang menjadi kenangan asmaraku semasa SMA, karena sosoknyalah yang bikin aku jadi teringat terus sama dia, karena tiap hari ketemu, dari jauh suka memperhatikan, menunggu ketika aku belum datang, tapi dia tidak berani untuk bicara pada ku, jangankan bicara, untuk say hello juga dia tidak pernah.
kini aku tak tau harus mencari kemana, aku tak tau identitas dia, detik berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti taun dan begitulah seterusnya..
kini umurku menginjak 23 tahun mungkin pada umur ku segini aku sudah mengenal seseorang untuk mendapingi hidup saya kelak, tapi apa daya mungkin aku belum terbiasa dengan apa yang namanya pacaran, semenjak aku sekolah aku tidak tau yang namanya cinta.
tidak hal seperti teman saya, baik itu teman waktu sekolah, maupun teman saya kerja sekarang mereka begitu mudahnya mendapatkan seorang pasangan
kedua orang tua ku sering menanyakan "kenapa kamu belum2 juga membawa cowo kerumah kan kami pengen tau sosok pacar kamu gimana"
itulah yang sring di ucapkan ibu ku pada ku, sejujurnya aku tak tahan dengan semua ini, melihat teman seumuran ku hampir semuanya sudah punya pasangan bahkan sudah ada yang menikah.
malam hari aku terbangun dari tempat tidurku karena pada malam itu aku tak bisa tidur memikirkan apa yang selalu ibu katakan padaku "kapan kamu bawa cowo kamu kerumah" hati ku sangat terpukul atas keadaan yang menimpaku selama ini !
"ya.....tuhan kalau memang jodohku dekat, dekatkanlah, kalau memang jodohku jauh tolong dekatkanlah aku tak mau sendirian di bumi ini aku ingin ada yang mendampingiku, selama ini aku malu pada kelurga dan juga teman sebayaku.
aku anak ke satu dari tiga bersaudara aku mempunyai satu adik cewe yang sekarang tinggal di bangku SMA dan satunya lagi cowok yang baru saja duduk di bangku SD.
terkadang aku suka merasa iri pada adik ku, dia sekolah selalu diantar jemput sama cowoknya, bahkan udah berani untuk datang kerumah meminta izin pada orang tua ku untuk mengajak adiku bermain.
dan ditambah lagi ibu ku yang cerewet selalu membanding2kan aku dengan adik ku, aku sangat terpukul dengan keadaan ini.
mengapa tidak ada satu laki2 pun yang berani untuk kerumah saya dengan tujuan ingin bertemu dengan saya. didepan cerimin aku menatap wajahku, deangan amat seksama aku memperhatikan wajahku sendiri, aku tidak jelek2 amat, aku masih diberikan wajah dan tubuh yang sempurna, tapi mengapa orang2 terutama kaum pria tidak ada yang suka sama saya, apa aku kurang cantik? malam itu aku menangis meratapi sambil bercermin.
pada saat itu aku pasrah dengan keadaan ku, aku tidak memperdulikan apa yang dikatakan ibuku, dan akupun mulai menyibukan diri dengan pekerjaan.
pada malam hari aku pulang kerja terlihat didepan rumah begitu ramai kayak yang sedang banyak tamu di rumahku, langkah demi langkah aku hampiri rumah ku.
sesampai dirumah di depan pintu aku ucapkan salam pada semuanya, dan ibu sama ayahku memanggilku untuk ikut berkumpul diruang tamu, dan akupun menghampiri mereka.
terlihat diruang tamu ada orangtua dan satu anak laki2 yang tidak dikenal akrab berbincang sama keluarga saya. aku yang sedang duduk di dekat ibu, tiba2 ibu memperkenalkan aku sama mereka. Dalam benak hati saya "ada acara apa ini tiba2 aku dipanggil diperkenalkan sama mereka!".
Tak terasa larut malam mereka pun pulang dan mengucapkan terimakasih pada ayah dan ibuku terutama pada saya atas undangan makan malamnya. Usai mereka pulang akupun langsung menanykan ada apa sebenarnya?
kulihat ayah dan ibu saling menatap aku merasakan ada sesuatu yang dirahasiakan oleh mereka,
dan akhirnya ibupun langsung angkat bicara bahwa aku akan dijodohkan dengan laki2 tadi yang datang kerumah ku bersama keluarganya.
waktu itu hatiku kaget badanku lemas bibirku gemetar pikiranku nggak karuan mendengar apa yang telah diucapkan oleh ibuku, nggak banyak bicara aku langsung pergi kekamar sambil meneteskan air mataku.
malam hari dikamarku aku menagis tiada henti serasa aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, apakah sejelek inikah parasku sehinggak tidak ada satu orangpun yang berani untukmempersunting saya sehingga kedua orang tuaku yang harus ikut terlibat dalam hal ini?
ya.....Tuhan aku tidak sanggup lagi sedangkan apa yang dipilih orang tuaku itu belum tentu juga cocok dengan hati saya!
pagi hari dimejamakan kamipun sarapan pagi bersama meskipun aku sedang tidak nafsu makan
pada pagi itu, akupun tak berbicara sedikitpun yang biasanya aku paling cerwet, suasana sarapan pagi begitu sunyi, waktu itu ibupun memulai pembicaraan
dia langsung bertanya padaku, bagaimana dengan pilihan ibu?
dan akupun tidak menjawab sedikitpun, kebetulan pada pagi itu aku hampir telat jadi aku langsung aja pergi kerja tanpa menjawab pertanyaan dari ibu.
dalam perjalanan tak hentinya aku meneteskan air mata teringat dengan keputusan orang tuaku. disaat itu aku nggak pergi kerja aku memutuskan untuk pergi ke rumah teman ku, dalam perjalanan kerumah temanku dengan tidak sengaja aku menabrak seorang cowok, untungnya saja cowok itu tidak marah, dan akupun segera meminta maaf padanya, tiba2 dia menatapku sambil berkata "kita pernah ketemu tapi dimana....ya? trs sayapun melihat dia lalu berpikir sama kayak yang pernah melihat dia diamana....tus dia pun langsung pamitan pada ku karena dia terburu2 pergi berangkat kerja.
dalam perjalanan aku terus berpikir kayak yang pernah ketemu, dan kayak yang sudah kenal lama, tapi dimana..pikirku sambil berjalan.
sesampai dirumah teman, untungnya teman saya kerjanya sedang libur, akupun cerita semuanya dengan apa yang menimpa selama ini pada saya..
larut malam akupun belum juga pulang, tadinya aku mau nginep dirumah teman saya, tapi aku pikir2 lagi nggak baik takut mengkhawatirkan orang tua saya, bagaimanapun juga sebesar apapun juga masalah tetap harus aku hadapi...Dan malam itu juga aku pulang ke rumah.
di ruang tengah ibu dan ayahpun belum juga tidur mereka sedang duduk dikursi sambil menonton acata TV, akupun menghampiri mereka dan mengucapkan salam pada mereka, ayah dan ibupun langsung menayakan padaku mengapa pulangnya begitu malam, dan jawabku sedang banyak pekerjaan dan nggak bisa ditunda, akupun langsung pergi kekamar karena pada saat itu aku males untuk bicara sama orang tua saya.
hari esoknya seperti biasa pagi hari aku berangkat kerja dan naik angkot dengan tiba2 ada seseorang yang menyapa ku, dan akupun langsung menoleh kearahnya ternyata dia itu orang yang aku tabrak waktu aku mau pergi kerumah teman aku, lumayan tempat kerjaku masih agak jauh dan akupun sempat ngobrol2 sama dia dan sempat berkenalan denganya katanya dia melihatku seakan mengingatkannya pada seseorang sewaktu SMA yang hanya ketemu diangkot dan nggak tau siapa nama dan alamatnya diamana cuman tau dimana dia sekolah, dalam benak hatiku pas dia bicara kok..seperti ada kesamaan apa yang dia rasakan mengingatkan seseorang padanya, sama halnya seperti aku sosok dia yang mengingatkanku pada seorang cowo yang selalu berangkat bareng ketemu diangkot dan nggak tau siapa nama dan dimana dia tinggal, aku nggak berani mengungkapin kesamaan apa yang dia ingat.
sampai sudah aku ditempat kerjaku, akupun berpamitan pada dia, sesampai ditempat kerjaan aku terus memikirkan apa yang tadi laki2 itu bicarakan, dan sosoknya yang mengingatkanku pada cowo misterius semasa SMA dulu.
nggak kerasa jam menunjukan pukul delapan malam akupun pulang dari tempat kerjaku, sesampai dirumah aku langsung pergi kekamar langsung ganti baju, tak lama kemudian ibuku memnggilku untuk menemuinya, akupun langsung menghampirinya.
lalu ibu pun memulai pembicaraan sehubungan dengan aku anak sulung dari 3 bersaudara dan umurku sudah cukup, jadi ibu pengen aku segera menikah begitulah ucapan ibu pada ku.
Akupun diam tanpa berkata apapun, lalu ayah menegaskan padaku bagaimana dengan apa yang ibu bilang tadi, akupun menjawab beri aku waktu untuk berpikir karena menikah itu tidak sementara melainkan seumur hidup, begitulah jawabanku pada ayah dan ibuku. Dan ibupun memberikan aku waktu satu minggu untuk berpikir apabila aku belum juga mendapat pasangan dalam satu minggu aku harus menerima calon pendamping hidupku dengan pilihan orang tuaku.
Dan akupun siap menerima persyaratan dari ibu.
seperti biasa dipagi hari aku berangkat kerja, dengan tiba2 di jalan aku ketemu dengan cowo itu dengan menyapaku penuh perhatian. Disana aku berangkat kerja bareng disitu aku mulai akrab dan kitapun bercerita tentang masa2 SMA dulu, dan yang paling aku tidak sangka dia selama ini yang baru aku kenal ternyata laki2 yang waktu SMA dulu yang selalu seangkot, yang selalu berangkat sekolah bareng, dan tidak tau nama dan alamat yang hanya tau dia sekolah dekat dengaan sekolahanku.
Disana perasaan ku campur aduk bahagianya ada sedihnya ada, saking bahagianya aku meneteskan air mata ternyata laki2 yang selama ini dicari, ternyata datang dengan tidak disangka2. Hari demi hari akupun semakin dekat dengannya diapun selalu menyempatkan diri untuk berkunjung menemui orang tua saya.
dan pada akhirnya akupun dilamar sama dia karena menanggapi usia kami yang sudah cukup mapan, akhirnya kami melangsungkan pernikahan.
Dan yang selama ini ayah dan ibu tunggu2 akhirnya tercapai juga, resepsi pernikahan sayapun cukup mewah.
Disitu saya berpikir inilah cinta pertama dan terakhirku yang hanya ketemu diangkot, berpisah diangkot, dan berjumpa kembali di angkot.
The End
******
usai sudah putih abu kini berlalu, kenangan terindah pun akan aku simpan dalam hatiku, setelah 3 tahun berkutik dengan buku, teman, guru kini usai sudah.
sekarang aku tinggal menyongsong hidup ku ini dengan waktunya harus mandiri.
sana sini aku cari perusahaan aku masukin lamaran, ternyata nyari pekerjaan itu tidak semudah apa yang selama ini aku bayangkan, dengan menunggu selama 1 bulan akhirnya aku mendapatkan panggilan dari salah satu perusahaan dan pada saat itu pula aku resmi jadi karyawan di salah satu perusahaan di kota Bandung.
ternyata bekerja itu tidak terlalu menyenangkan dibandingkan dengan sekolah yang hanya berangkat pagi, ketemu teman2 di sekolah bisa ketawa bareng becanda, dengerin guru ceramah.
dalam selama ini ada yang membenak dihatiku selama 3 tahun aku sekolah SMA aku selalu ketemu bahkan berangkat bareng sama lelaki yang tidak aku ketahui siapa namanya, dimana rumahnya hanya yang aku tau dia sekolah dekat dengan sekoalah aku.
aku selalu memikirkan makin hari semakin terlihat wajahnya, lelaki mistrius kini tinggal wajahnya saja yang menjadi kenangan asmaraku semasa SMA, karena sosoknyalah yang bikin aku jadi teringat terus sama dia, karena tiap hari ketemu, dari jauh suka memperhatikan, menunggu ketika aku belum datang, tapi dia tidak berani untuk bicara pada ku, jangankan bicara, untuk say hello juga dia tidak pernah.
kini aku tak tau harus mencari kemana, aku tak tau identitas dia, detik berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti taun dan begitulah seterusnya..
kini umurku menginjak 23 tahun mungkin pada umur ku segini aku sudah mengenal seseorang untuk mendapingi hidup saya kelak, tapi apa daya mungkin aku belum terbiasa dengan apa yang namanya pacaran, semenjak aku sekolah aku tidak tau yang namanya cinta.
tidak hal seperti teman saya, baik itu teman waktu sekolah, maupun teman saya kerja sekarang mereka begitu mudahnya mendapatkan seorang pasangan
kedua orang tua ku sering menanyakan "kenapa kamu belum2 juga membawa cowo kerumah kan kami pengen tau sosok pacar kamu gimana"
itulah yang sring di ucapkan ibu ku pada ku, sejujurnya aku tak tahan dengan semua ini, melihat teman seumuran ku hampir semuanya sudah punya pasangan bahkan sudah ada yang menikah.
malam hari aku terbangun dari tempat tidurku karena pada malam itu aku tak bisa tidur memikirkan apa yang selalu ibu katakan padaku "kapan kamu bawa cowo kamu kerumah" hati ku sangat terpukul atas keadaan yang menimpaku selama ini !
"ya.....tuhan kalau memang jodohku dekat, dekatkanlah, kalau memang jodohku jauh tolong dekatkanlah aku tak mau sendirian di bumi ini aku ingin ada yang mendampingiku, selama ini aku malu pada kelurga dan juga teman sebayaku.
aku anak ke satu dari tiga bersaudara aku mempunyai satu adik cewe yang sekarang tinggal di bangku SMA dan satunya lagi cowok yang baru saja duduk di bangku SD.
terkadang aku suka merasa iri pada adik ku, dia sekolah selalu diantar jemput sama cowoknya, bahkan udah berani untuk datang kerumah meminta izin pada orang tua ku untuk mengajak adiku bermain.
dan ditambah lagi ibu ku yang cerewet selalu membanding2kan aku dengan adik ku, aku sangat terpukul dengan keadaan ini.
mengapa tidak ada satu laki2 pun yang berani untuk kerumah saya dengan tujuan ingin bertemu dengan saya. didepan cerimin aku menatap wajahku, deangan amat seksama aku memperhatikan wajahku sendiri, aku tidak jelek2 amat, aku masih diberikan wajah dan tubuh yang sempurna, tapi mengapa orang2 terutama kaum pria tidak ada yang suka sama saya, apa aku kurang cantik? malam itu aku menangis meratapi sambil bercermin.
pada saat itu aku pasrah dengan keadaan ku, aku tidak memperdulikan apa yang dikatakan ibuku, dan akupun mulai menyibukan diri dengan pekerjaan.
pada malam hari aku pulang kerja terlihat didepan rumah begitu ramai kayak yang sedang banyak tamu di rumahku, langkah demi langkah aku hampiri rumah ku.
sesampai dirumah di depan pintu aku ucapkan salam pada semuanya, dan ibu sama ayahku memanggilku untuk ikut berkumpul diruang tamu, dan akupun menghampiri mereka.
terlihat diruang tamu ada orangtua dan satu anak laki2 yang tidak dikenal akrab berbincang sama keluarga saya. aku yang sedang duduk di dekat ibu, tiba2 ibu memperkenalkan aku sama mereka. Dalam benak hati saya "ada acara apa ini tiba2 aku dipanggil diperkenalkan sama mereka!".
Tak terasa larut malam mereka pun pulang dan mengucapkan terimakasih pada ayah dan ibuku terutama pada saya atas undangan makan malamnya. Usai mereka pulang akupun langsung menanykan ada apa sebenarnya?
kulihat ayah dan ibu saling menatap aku merasakan ada sesuatu yang dirahasiakan oleh mereka,
dan akhirnya ibupun langsung angkat bicara bahwa aku akan dijodohkan dengan laki2 tadi yang datang kerumah ku bersama keluarganya.
waktu itu hatiku kaget badanku lemas bibirku gemetar pikiranku nggak karuan mendengar apa yang telah diucapkan oleh ibuku, nggak banyak bicara aku langsung pergi kekamar sambil meneteskan air mataku.
malam hari dikamarku aku menagis tiada henti serasa aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, apakah sejelek inikah parasku sehinggak tidak ada satu orangpun yang berani untukmempersunting saya sehingga kedua orang tuaku yang harus ikut terlibat dalam hal ini?
ya.....Tuhan aku tidak sanggup lagi sedangkan apa yang dipilih orang tuaku itu belum tentu juga cocok dengan hati saya!
pagi hari dimejamakan kamipun sarapan pagi bersama meskipun aku sedang tidak nafsu makan
pada pagi itu, akupun tak berbicara sedikitpun yang biasanya aku paling cerwet, suasana sarapan pagi begitu sunyi, waktu itu ibupun memulai pembicaraan
dia langsung bertanya padaku, bagaimana dengan pilihan ibu?
dan akupun tidak menjawab sedikitpun, kebetulan pada pagi itu aku hampir telat jadi aku langsung aja pergi kerja tanpa menjawab pertanyaan dari ibu.
dalam perjalanan tak hentinya aku meneteskan air mata teringat dengan keputusan orang tuaku. disaat itu aku nggak pergi kerja aku memutuskan untuk pergi ke rumah teman ku, dalam perjalanan kerumah temanku dengan tidak sengaja aku menabrak seorang cowok, untungnya saja cowok itu tidak marah, dan akupun segera meminta maaf padanya, tiba2 dia menatapku sambil berkata "kita pernah ketemu tapi dimana....ya? trs sayapun melihat dia lalu berpikir sama kayak yang pernah melihat dia diamana....tus dia pun langsung pamitan pada ku karena dia terburu2 pergi berangkat kerja.
dalam perjalanan aku terus berpikir kayak yang pernah ketemu, dan kayak yang sudah kenal lama, tapi dimana..pikirku sambil berjalan.
sesampai dirumah teman, untungnya teman saya kerjanya sedang libur, akupun cerita semuanya dengan apa yang menimpa selama ini pada saya..
larut malam akupun belum juga pulang, tadinya aku mau nginep dirumah teman saya, tapi aku pikir2 lagi nggak baik takut mengkhawatirkan orang tua saya, bagaimanapun juga sebesar apapun juga masalah tetap harus aku hadapi...Dan malam itu juga aku pulang ke rumah.
di ruang tengah ibu dan ayahpun belum juga tidur mereka sedang duduk dikursi sambil menonton acata TV, akupun menghampiri mereka dan mengucapkan salam pada mereka, ayah dan ibupun langsung menayakan padaku mengapa pulangnya begitu malam, dan jawabku sedang banyak pekerjaan dan nggak bisa ditunda, akupun langsung pergi kekamar karena pada saat itu aku males untuk bicara sama orang tua saya.
hari esoknya seperti biasa pagi hari aku berangkat kerja dan naik angkot dengan tiba2 ada seseorang yang menyapa ku, dan akupun langsung menoleh kearahnya ternyata dia itu orang yang aku tabrak waktu aku mau pergi kerumah teman aku, lumayan tempat kerjaku masih agak jauh dan akupun sempat ngobrol2 sama dia dan sempat berkenalan denganya katanya dia melihatku seakan mengingatkannya pada seseorang sewaktu SMA yang hanya ketemu diangkot dan nggak tau siapa nama dan alamatnya diamana cuman tau dimana dia sekolah, dalam benak hatiku pas dia bicara kok..seperti ada kesamaan apa yang dia rasakan mengingatkan seseorang padanya, sama halnya seperti aku sosok dia yang mengingatkanku pada seorang cowo yang selalu berangkat bareng ketemu diangkot dan nggak tau siapa nama dan dimana dia tinggal, aku nggak berani mengungkapin kesamaan apa yang dia ingat.
sampai sudah aku ditempat kerjaku, akupun berpamitan pada dia, sesampai ditempat kerjaan aku terus memikirkan apa yang tadi laki2 itu bicarakan, dan sosoknya yang mengingatkanku pada cowo misterius semasa SMA dulu.
nggak kerasa jam menunjukan pukul delapan malam akupun pulang dari tempat kerjaku, sesampai dirumah aku langsung pergi kekamar langsung ganti baju, tak lama kemudian ibuku memnggilku untuk menemuinya, akupun langsung menghampirinya.
lalu ibu pun memulai pembicaraan sehubungan dengan aku anak sulung dari 3 bersaudara dan umurku sudah cukup, jadi ibu pengen aku segera menikah begitulah ucapan ibu pada ku.
Akupun diam tanpa berkata apapun, lalu ayah menegaskan padaku bagaimana dengan apa yang ibu bilang tadi, akupun menjawab beri aku waktu untuk berpikir karena menikah itu tidak sementara melainkan seumur hidup, begitulah jawabanku pada ayah dan ibuku. Dan ibupun memberikan aku waktu satu minggu untuk berpikir apabila aku belum juga mendapat pasangan dalam satu minggu aku harus menerima calon pendamping hidupku dengan pilihan orang tuaku.
Dan akupun siap menerima persyaratan dari ibu.
seperti biasa dipagi hari aku berangkat kerja, dengan tiba2 di jalan aku ketemu dengan cowo itu dengan menyapaku penuh perhatian. Disana aku berangkat kerja bareng disitu aku mulai akrab dan kitapun bercerita tentang masa2 SMA dulu, dan yang paling aku tidak sangka dia selama ini yang baru aku kenal ternyata laki2 yang waktu SMA dulu yang selalu seangkot, yang selalu berangkat sekolah bareng, dan tidak tau nama dan alamat yang hanya tau dia sekolah dekat dengaan sekolahanku.
Disana perasaan ku campur aduk bahagianya ada sedihnya ada, saking bahagianya aku meneteskan air mata ternyata laki2 yang selama ini dicari, ternyata datang dengan tidak disangka2. Hari demi hari akupun semakin dekat dengannya diapun selalu menyempatkan diri untuk berkunjung menemui orang tua saya.
dan pada akhirnya akupun dilamar sama dia karena menanggapi usia kami yang sudah cukup mapan, akhirnya kami melangsungkan pernikahan.
Dan yang selama ini ayah dan ibu tunggu2 akhirnya tercapai juga, resepsi pernikahan sayapun cukup mewah.
Disitu saya berpikir inilah cinta pertama dan terakhirku yang hanya ketemu diangkot, berpisah diangkot, dan berjumpa kembali di angkot.
The End
******
Jumat, 07 Mei 2010
"MALU"
Rasa g percaya diri, rasa malu bahka susahnya bergaul dengan orang lain t semua pasti d alami oleh semua orang. tpi semuanya itu sebagian orang d yg bisa mengatasinya dan ada juga yang belum bisa mengatasinya.
mungkin rasa2 tu terkadang membuat Qt merasa tidak nyaman!!!
sudah baik kalau orang trsebut sudah bisa mengatasinya dengan sendirinya,, Nah........gimana kalau yang masih belum mengatasinya????
Terkadang orang yang masih belum bisa mengatasinya dia pasti tidak nyaman apa yang belum dia kenal,, apalagi untuk memasuki sesuatu hal yang baru!!!!,, rasanya susah untuk beradaptasi di sekelilingnya,, mungkin memerlukan waktu yang cukup lama.
Nah bagaimana menurut pendapat anda cara yang mudah untuk mengatasinya???????????
Rabu, 05 Mei 2010
Berwirausaha
Dalam berwirausah banyak kendala-kendala yang akan dihadapi oleh seorang wirausahawan/wirausahawati, diantaranya yang sering dikenal dengan istilah SWOT:
- strenght (kekuatan), yaitu kalau kita mendirikan sebuah perusahaan kita harus memiliki kekuatan untuk bersaing dalam dunia usaha
- weaknes (kelemahan), disamping memiliki kekuatan pasti juga ada kelemahannya,, dalam menghadapi suatu kelemahan kita harus tetap konsisten dalam mempeertahankan kualitas produk, maupun pelayanannya
- opportunity (peluang usaha), didalam berwirausaha kita harus pandai dalam membaca peluang usaha, supaya usaha kita berjalan dengan baik dan lancar
- threat (ancaman) dalam menghadapi ancaman kita harus kuat dan tetap konsisten.
itulah yang saya ketahui dalam berwirausaha!!!! maka dari itu saya ingin berwirausaha :)
Langganan:
Komentar (Atom)